falalamo.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca untuk periode hingga Kamis (8/10/2026).
BMKG pusat melalui keterangannya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman potensi angin kencang yang berpeluang melanda wilayah ini sepekan ke depan.
Kondisi atmosfer Indonesia pada awal Oktober 2026 ini sebenarnya masih didominasi fenomena iklim global yang membatasi pembentukan awan hujan.
Fenomena El Nino intensitas sangat kuat di Samudra Pasifik ekuatorial serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif terus menekan suplai uap air, sehingga 79,65 persen wilayah Indonesia berada dalam kategori cuaca kering.
Meski begitu, BMKG mendeteksi adanya dinamika atmosfer lokal yang berdampak langsung pada wilayah Maluku Utara.
“Gelombang Kelvin diprediksi aktif melintasi sebagian Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, hingga Maluku Utara,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Potensi Cuaca Ekstrem Maluku Utara per Periode
Aktivitas Gelombang Kelvin yang berinteraksi dengan suhu muka laut hangat serta terbentuknya daerah belokan angin memicu peningkatan potensi cuaca ekstrem di kawasan Malut.
BMKG membagi peta potensi ancaman cuaca sebagai berikut:
- Periode 3–4 Oktober 2026:
BMKG menetapkan status kewaspadaan untuk wilayah Maluku Utara terkait potensi angin kencang.
Warga di wilayah pulau dan pesisir diimbau mewaspadai potensi kenaikan gelombang laut serta angin kencang mendadak.
Wilayah lain yang berada dalam status serupa meliputi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
- Periode 5–8 Oktober 2026:
Ancaman angin kencang diprediksi masih bertahan dan meluas di wilayah Maluku Utara bersama Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca sepekan ke depan menunjukkan kontras yang cukup tinggi antarwilayah.
Di satu sisi, penguatan Monsun Australia mendukung cuaca relatif kering yang memicu risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun di sisi lain, dinamika atmosfer lokal tetap memicu potensi hujan lebat lokal yang disertai angin kencang. (*)












