DPRDHalmahera SelatanLingkunganMaluku UtaraPemdaPeristiwa

​BARAH: 3.341 Hektar Lahan Warga Hangus Terbakar, Obi dan Gane Jadi Titik Terparah

×

​BARAH: 3.341 Hektar Lahan Warga Hangus Terbakar, Obi dan Gane Jadi Titik Terparah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sebaran dan data kerusakan kebun warga akibat Karhutla di Kabupaten Halmahera Selatan. BARAH mencatat 3.341 hektar lahan petani ludes terbakar dan mendesak alokasi bibit gratis dalam APBD 2027. (Dok. falalamo.com)

Labuha, falalamo.com – Bencana Karhutla serta kekeringan ekstrem di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menunjukan angka yang memprihatinkan.

Berdasarkan data Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) per 15 Oktober 2026, total luas lahan dan kebun warga yang terdampak di 10 kecamatan telah mencapai 3.341 hektar.

​Ketua BARAH, Ady Hi Adam, bersama Sekretaris Rustam Side membeberkan bahwa ribuan hektar tanaman komoditas unggulan penopang ekonomi rakyat seperti pala, cengkeh, dan kelapa ludes terbakar atau mati akibat kekeringan.

​Berdasarkan data pantauan satelit dan portal Kementerian Kehutanan yang dirilis BARAH, wilayah Pulau Obi menjadi daerah dengan luasan dampak terbesar mencapai 1.216 hektar, disusul Obi Selatan seluas 483 hektar, dan Kayoa Utara seluas 436 hektar.

Baca Juga  78% Wilayah Halsel Lautan, Perda Masih Berparadigma Daratan

​Berikut rincian lengkap 10 kecamatan di Halsel yang paling tinggi risiko karhutla dan kekeringannya:

  1. ​Pulau Obi: 1.216 hektar (komoditas pala dan cengkeh, hampir keseluruhan wilayah mengalami kekeringan).
  2. ​Obi Selatan: 483 hektar (cengkeh, pala, dan kelapa).
  3. ​Kayoa Utara: 436 hektar (pala, kelapa, dan cengkeh).
  4. ​Kayoa: 428 hektar (pala dan kelapa, terparah di Desa Gurapin).
  5. ​Gane Barat Utara: 613 hektar (pala, cengkeh, dan sebagian kelapa).
  6. ​Bacan Timur Tengah: 102 hektar (kelapa dan pala, terparah di Desa Tawa).
  7. ​Bacan Timur: 46 hektar (tanaman pala, terparah di Desa Wayamiga).
  8. ​Bacan: 38 hektar (sebagian besar pala dan cengkeh).
  9. ​Obi Barat: 12 hektar (pala dan cengkeh).
  10. ​Bacan Selatan: 5 hektar (tanaman pala mengalami kekeringan).
Baca Juga  Api di Hutan Karet, Yakis Bacan Berhamburan Mencari Jalan Keluar

​Ribuan Pohon Pala Milik Petani Marabose Ludes

​Dampak kehancuran ekonomi ini dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak.

Di Desa Marabose, Kecamatan Bacan saja, data sementara mencatat sebanyak 18 petani lokal kehilangan total 4.759 pohon pala yang menjadi tumpuan hidup keluarga mereka.

Petani seperti Hi. Udin (500 pohon), Iswan (400 pohon), hingga Rusni Hi. Muhammad Ramli (400 pohon) mendapati kebun mereka hancur dilalap api.

​Melihat skala kerusakan yang masif ini, BARAH secara resmi melayangkan dua tuntutan mendesak kepada pemerintah daerah.

BARAH mendesak DPRD Kabupaten Halmahera Selatan agar segera memasukkan program penanganan dan pemulihan dampak karhutla khususnya pengadaan bibit pala, cengkeh, dan kelapa gratis ke dalam dokumen APBD 2027.

Baca Juga  Walikota Tidore Siap Terapkan 4 Hari Kerja Usai Dilantik Presiden Prabowo

​Selain itu, BARAH juga menuntut DPRD dan Pemkab Halsel segera menyalurkan kompensasi serta bantuan medis dan logistik bagi ribuan warga yang kini terancam gulung tikar secara ekonomi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *