Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Halmahera SelatanPemdaPendidikan

Disdik Halsel: Sekolah Rusak Lolos Gara-Gara Data Dapodik

×

Disdik Halsel: Sekolah Rusak Lolos Gara-Gara Data Dapodik

Sebarkan artikel ini
Kondisi sekolah SDN 161 desa Belang-belang kecamatan Bacan (foto kolase/falalamo.com)

LABUHA, falalamo – Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengungkap masalah serius terkait data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang tidak akurat.

Akibatnya, banyak sekolah rusak tidak mendapat bantuan rehabilitasi karena dalam sistem tercatat kondisinya masih baik.

Kepala Bidang PAUD Disdik Halsel, Junaedi Robo SE., M.Pd., menjelaskan ketidakakuratan data Dapodik menjadi salah satu penyebab banyak sekolah tidak tersentuh program rehabilitasi.

“Kemudian data di Dapodik, di pusat itu kami usulkan rehab kategori rusak ringan atau berat, ternyata mungkin di dalam data Dapodiknya itu masih dalam bentuk baik. Nah otomatis jika diusulkan ke pusat bakal ditolak, nah itu yang sering terjadi,” ujar Junaedi, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga  Siswa SD Negeri 161 Bacan Sapu Air Sebelum Belajar, 32 Tahun Tanpa Perawatan

Menurut Junaedi, Disdik sudah dua kali mengirim surat ke seluruh sekolah melalui grup WhatsApp agar segera memperbaiki data Dapodik terutama di bagian sarana dan prasarana, namun tidak pernah digubris.

“Makanya Dinas sudah dua kali menyurat ke seluruh sekolah melalui grup, bahwa segera perbaiki Dapodik terutama di sarana dan prasarana tapi tidak pernah digubris,” ungkapnya.

Kabid PAUD ini juga mengaku selalu meminta kepala sekolah mengirim kebutuhan melalui grup WhatsApp karena pihak Dinas tidak bisa turun ke semua wilayah. Namun, sebagian besar tidak mengirim.

“Saya juga selalu minta lewat grup coba kebutuhan kirim di grup karena kita kan tidak turun ke semua wilayah, tapi sebagian besar tidak kirim,” katanya.

Baca Juga  KNPI Halsel Buka Pendaftaran Bakal Calon Ketua 20 Agustus, Bertepatan Hari Konstituante

Junaedi mengungkapkan, yang jadi persoalan adalah pihak sekolah sering mengejar akreditasi agar tidak jatuh sehingga meskipun sekolah itu rusak, dalam Dapodik diinput kondisi baik.

“Yang jadi persoalan pihak sekolah sering mengejar akreditasi sekolah jangan sampai jatuh sehingga meskipun sekolah itu rusak tapi di Dapodik itu baik,” jelasnya.

Menurut dia, ketersediaan data yang akurat menjadi kunci agar sekolah bisa tersentuh program rehabilitasi dari Dinas.

“Sementara untuk kriteria agar bisa direhab, sekolah wajib mengisi di Dapodik harus sesuai kondisi sekolah. Menurut dia, ketersediaan data menjadi banyak sekolah tidak tersentuh Dinas,” tegasnya.

Terkait SDN 161 Belang-belang yang kondisinya memprihatinkan, Junaedi menyebut pihak sekolah seharusnya lebih proaktif.

Baca Juga  PT SDN: Pengawasan Distribusi Minyak Tanah Jadi Tanggung Jawab Pemda

Ia menegaskan, pihak sekolah jangan bosan-bosan mengajukan proposal agar kebutuhan mereka bisa direkap untuk dijadikan usulan.

Sebelumnya, kondisi memprihatinkan SDN 161 terungkap saat reses Anggota Komisi I DPRD Halsel Junaedi Abusama, Minggu (2/11/2025).

Sekolah yang berdiri sejak 1993 itu mengalami kerusakan parah hingga siswa terpaksa menyapu air sebelum belajar karena rembesan air tanah.

Kepala Sekolah Udin Usman S.Pd., mengaku di usia sekolah yang hampir 32 tahun ini belum ada sama sekali perawatan dari pemerintah daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *