LABUHA, Falalamo – Sultan Bacan ke-22, M. Irsyad Maulana Sjah, buka-bukaan soal ‘resep rahasia’ menjaga ketajaman berpikir dan memperluas wawasan.
Bukan dari ramuan khusus, melainkan kebiasaan sederhana yang kini tengah digalakkan melalui program Les Bahasa Mandarin kolaborasi GAMKI Halmahera Selatan dan PT Rimba Kurnia Alam (RKA).
Menurut Sultan Irsyad, rahasia di balik otak yang “anti kaku” dan kemampuan beradaptasi dengan kemajuan zaman adalah menguasai lebih dari satu bahasa.
“Belajar bahasa lebih dari satu artinya melatih otak agar tidak kaku, sama halnya membuka jendela pengetahuan,” ujar Sultan Bacan.
Ia bahkan mencontohkan leluhurnya, yang sudah fasih beberapa bahasa.
Kebiasaan menguasai berbagai bahasa, kata Sultan, merupakan warisan lama yang perlu direhabilitasi kembali.
Ia berharap, anak-anak muda yang nantinya belajar bahasa Mandarin akan membuka jendela pengetahuan baru dan mampu “berjalan go internasional tanpa berpindah tempat.”
Sultan Bacan sendiri, yang sejak kecil sudah belajar bahasa Prancis dan fasih berbahasa Inggris, Sunda, meyakini bahwa penguasaan bahasa asing dapat membantu memahami perjalanan spiritual dan tatanan sosial masyarakat lain.
Inilah yang dibutuhkan untuk meluaskan pemikiran dan mencari solusi atas berbagai polemik yang terjadi.
Lebih dari sekadar kecakapan linguistik, Sultan Bacan memandang program ini sebagai upaya penting untuk mengurangi xenofobia dan berbagai isu negatif yang seringkali muncul, terutama di tahun politik.
Ia optimis, dengan pola pikir yang lebih luas, masyarakat Halmahera Selatan akan lebih siap menghadapi tantangan global. (*)













