Labuha, Falalamo – Intensitas lalu lalang truk pengangkut pasir dan batu di jalan Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, mengalami peningkatan beberapa bulan terakhir.
Kondisi ini menimbulkan keluhan warga karena banyak truk tidak menutup bak muatan dengan terpal.
“Dengan banyaknya truk yang mengangkut barang material, terutama armada truk bermuatan pasir yang tidak menutup bak muatannya dengan menggunakan terpal, hingga butiran pasir berhamburan dapat mengganggu para pengguna jalan lainnya, baik untuk pengemudi kendaraan roda empat maupun roda dua motor,” ujar Safri, salah seorang warga desa Tomori kepada falalamo, Rabu (12/3/2025).
Warga juga mengkhawatirkan truk pengangkut batu yang tidak menggunakan pengaman untuk menahan muatan.
Dampak lainnya, asap hitam dari kendaraan tersebut sering dikeluhkan warga, terutama di bulan Ramadhan seperti sekarang.
Berdasarkan regulasi, pengendara truk yang bermuatan pasir atau batu tanpa menggunakan tutup bak dikategorikan melanggar Pasal 307 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pelanggaran tersebut diancam dengan denda hingga Rp500.000.
Menanggapi hal ini, Kadis Perhubungan Halsel, Ramly Manuy mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban dengan mendatangi para pemilik usaha truk.
“Kadang truk itu mengangkut material melebihi kapasitas, pada jalur-jalur sibuk juga dapat mengganggu pengguna jalan yang lain,” ungkap Ramly.
Dia menambahkan bahwa sekitar satu bulan lalu pihaknya sudah turun ke lokasi proyek pelabuhan Tuokona dan melakukan peneguran kepada beberapa sopir truk setelah menerima laporan serupa.
“Belum lagi kualitas aspal jalan di sepanjang ruas wilayah itu sebenarnya tidak mampu dengan beban truk-truk besar itu. Kepada sopir truk, kami berharap agar lebih berhati-hati dan lebih memikirkan pengguna jalan yang lain,” imbuhnya.
Sementara itu, Dinas PUPR Halsel melalui Kabid Bina Marga, Ridwan ST, mengungkapkan aktivitas proyek yang dibidangi PUPR sejauh ini masih dalam pengawasan.
“Biasanya kalau ada material yang jatuh di jalan kami langsung bersihkan. Proyek kami yang jalan saat ini hanya Multiyers di dalam kota, itupun progres pekerjaan sudah tidak ada lagi penimbunan. Kami di lapangan selalu mengecek kondisi kendaraan yang memuat material agar tidak merugikan kenyamanan pengguna jalan yang lain,” jelasnya. (*)












