Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
ekonomiNasionalPendidikanTeknologi

UNDIP-Kementerian UMKM Teken Nota Kesepahaman Cetak Pengusaha Muda

×

UNDIP-Kementerian UMKM Teken Nota Kesepahaman Cetak Pengusaha Muda

Sebarkan artikel ini
Menteri UMKM Maman Abdurrahman hadiri Kuliah umum UNDIP di Hall Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman hadiri Kuliah umum UNDIP di Hall Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis. (Dok. Istimewa)

falalamo – Mahasiswa bukan lagi sekadar pencari kerja. Di tangan Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Kementerian UMKM, mereka ditempa menjadi pencipta lapangan kerja yang siap bersaing di era otomatisasi.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman hadir langsung dalam Kuliah Umum dan Expo UMKM di Hall Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP, Kamis (20/11/2025).

Lebih dari 500 mahasiswa lintas fakultas memadati acara bertema “Membangun Generasi Mikropreneur Kreatif, Adaptif, dan Berdaya Saing”.

“Menjadi mahasiswa bukan tujuan akhir, melainkan pintu gerbang untuk menjelajah ilmu pengetahuan, menempa karakter, mengasah daya juang, membangun jejaring, dan memupuk semangat berwirausaha,” tegas Pak Maman.

Menteri yang akrab disapa Pak Maman ini mengingatkan ancaman nyata di depan mata. Pada 2030, diperkirakan 14 persen pekerjaan akan hilang tergerus otomatisasi.

Baca Juga  PT Wanatiara Persada Dukung FGD Blueprint PPM Malut, Dorong Transparansi CSR Perusahaan Tambang

Solusinya? Mahasiswa harus jadi job creator, bukan job seeker.

Rektor UNDIP Prof. Dr. Soeharnomo mengungkapkan fakta mencengangkan. Rata-rata setiap tahun, UNDIP melahirkan 10-15 UMKM baru yang mampu menembus pasar ekspor.

Bahkan salah satu usaha mahasiswa sudah membukukan omzet Rp1 miliar per tahun.

“UNDIP tidak hanya mendorong lahirnya inovasi, tapi memastikan karya-karya tersebut memberi manfaat dan kontribusi bagi masyarakat,” kata Soeharnomo melalui press rilis yang diterima falalamo.com.

Lebih dari itu, UNDIP kini menjadi pemohon paten terbesar kedua secara nasional.

“Kalau 10 persen saja inovasi tersebut berhasil memasuki pasar, maka kampus dapat menjadi contoh bagaimana riset dan akademik mendorong tumbuhnya kewirausahaan,” ungkapnya optimis.

Pak Maman tak menyembunyikan kekagumannya pada kreativitas mahasiswa UNDIP. Salah satu yang mencuri perhatian adalah alat roasting biji kopi karya mahasiswa yang dinilai siap masuk skala industri.

Baca Juga  DAK Fisik Kota Ternate Anjlok 85 Persen, Jadi Rp 6 Miliar di 2025

“Saya banyak sekali dapat insight dari riset dan inovasi yang dibuat oleh UNDIP. Contohnya alat roasting biji kopi, ini artinya Indonesia sebenarnya sudah bisa bikin teknologi sendiri,” puji Pak Maman saat meninjau 18 UMKM pilihan mahasiswa.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Muhammad Riza Adha Damanik menambahkan, karya mahasiswa UNDIP memiliki potensi besar menopang UMKM berkualitas tinggi.

“Tinggal bagaimana kita dorong supaya produk unggul seperti ini masuk ke industri dan bisa dikomersialisasi,” katanya.

Momentum ini makin diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UNDIP dan Kementerian UMKM.

Kerja sama strategis ini meliputi pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat yang selaras dengan pengembangan kewirausahaan.

Baca Juga  Keluhan Ternak Berkeliaran, Camat Obi Libatkan Perusahaan Cari Solusi

Puncaknya, diresmikan pusat pengembangan kewirausahaan “Diponegoro Usadaya Preneur” di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP.

Peresmian ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya era baru ekosistem kewirausahaan berbasis inovasi.

Usadaya Preneur punya program strategis mulai dari pengelolaan data dan riset UMKM nasional, pendampingan UMKM naik kelas, pengembangan desa berbasis UMKM, hingga program magang kewirausahaan.

“Akses pembiayaan dari pemerintah sudah tersedia. Sekarang tugas kita adalah membawa produk mahasiswa masuk ke rantai industri. Survive itu mudah, tapi bagaimana produk bisa menembus industri, itu tantangannya,” pungkas Pak Maman.

Langkah UNDIP ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mencetak pengusaha muda yang inovatif, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *